Monday, March 16, 2009

Study di Belanda, ticket to a global community










Dari dahulu hingga kini, Belanda diakui sebagai pusat pengetahuan yang memiliki banyak universitas ternama. Tingginya kualitas pendidikan Belanda sudah memenuhi standar internasional dan pastinya telah diakui dunia. Riset ilmiah internasional yang dilakukan di Belanda pun berada pada tingkat teratas. Selama studi di Belanda, siswa akan dilatih menganalisa dan memecahkan masalah praktis melalui penekanan pada belajar mandiri dan disiplin diri.


Gambar diambil dari http://buhalis.blogspot.com



Belanda sendiri berasal dari kata Koninkrijk der Nederlanden yang secara harfiah berarti “Kerajaan Tanah-Tanah Rendah”. Sedangkan kata Belanda dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Portugis yaitu Holanda – Olanda – Wolanda – Bolanda maka jadilah ‘Belanda’. Dari namanya saja kita sudah dapat mengerti bahwa Belanda memiliki tanah padat yang kebanyakan berada di bawah permukaan laut. Belanda juga terkenal dengan dijk (tanggul) dan kincir anginnya. Belanda memang ahli dalam mengelola tanah dan pengairan, dapat diketahui bahwa Belanda mampu membuat kota metropolitan yang indah di bawah permukaan laut, sehingga banyak pula negara yang datang untuk belajar mengenai sistem pengairan, termasuk Indonesia.


Faktor geografis Belanda yang berada pada sentral Eropa menjadikannya “the gateway of Europe”. Akses ke negara-negara Eropa lainnya pun mudah dijangkau, seperti Paris, Berlin, Brussel, dan London misalnya, semua hanya memakan waktu sekitar satu jam penerbangan dari Amsterdam. Posisi Belanda memang dikelilingi oleh Perancis, Jerman, dan Inggris, oleh karena itu dapat dikatakan Belanda memiliki letak geografis yang sangat strategis. Belanda juga merupakan tempat bertemunya berbagai kebudayaan seperti dari Jerman, Inggris, dan Perancis.



Gambar diambil dari http://rainbowrampage.com


Studi di Belanda kini dapat dengan mudah dicapai oleh siapapun karena sistem pembelajaran di sana menggunakan bahasa Inggris, sebagian besar penduduknya pun menggunakan bahasa Inggris. Belanda memiliki sistem pendidikan yang interaktif dan menyenangkan. Interaktif, dapat bertemu dengan siswa dari negara-negara lain yang dapat dijadikan ilmu tambahan bagi pengetahuan umum kita. Menyenangkan, di era globalisasi ini kita harus selalu mengikuti perkembangan jaman dan dengan studi di Belanda akan sangat membantu kita dalam memahami apa-apa yang terjadi di dunia internasional. Jadi, dengan studi di Belanda maka kita akan mampu menghadapi dunia yang semakin global ini.



Gambar diambil dari http://esnehsal.be


Jadi, bagaimana pendapat Anda? Berminat untuk studi di Belanda? Sistem pendidikan dan reputasinya terbukti handal serta telah diakui oleh dunia internasional. Oleh karena itu, janganlah ragu untuk melanjutkan belajar di Negeri Kincir Angin ini.


Selamat berjuang dan sukses selalu!



sumber: http://eurogates.nl


Wednesday, March 11, 2009

Oslo Opera House

Seperti muncul dari lautan di pusat kota Oslo, gedung opera yang baru, dengan disain dari marmer merupakan batu permata arsitektur yang futuristik. Norway memiliki landmark baru. Gedung Opera baru di Bjørvika, yang selesai dibangun pada April 2008, dirancang oleh kantor arsitektur Norwegia Snøhetta, yang juga merancang perpustakaan di Alexandria dan Kedutaan Besar Norwegia di Berlin.

Dengan permukaan dari marmer dan muka bangunan yang dibangun dari kaca memperindah panel energi matahari, gedung opera ini menyerupai gunung es di laut.



Empat lapangan bola dan 1.100 ruangan

Gedung Opera ini merupakan proyek bangunan budaya terbesar di Norway dalam sejarah. Diperlukan waktu lima tahun untuk menyelesaikan bangunan megah dari marmer di pinggir fjord di Bjørvika, Oslo.


Besar ruangan yang menjadi dasar bangunan ini setara dengan ukuran internasional empat lapangan sepak bola, yang mencapai 38.000 meter persegi. Bangunan ini dibagi menjadi tiga area utama dengan 1.100 ruangan.


Minimalis yang mengagumkan

Foyer (jalan masuk) utama Opera merupakan ruangan terbuka yang luas dengan dekorasi minimalis, menggunakan bahan sederhana seperti batu, beton, kaca dan kayu. Foyer ini menampilkan berbagai kondisi pencahayaan yang berbeda dan pemandangan dari lingkungan sekitar. Ruangan ini juga menyediakan tempat duduk, café, bar, restoran dan ruangan tempat menyimpan jaket.


Auditorium Klasik

Auditorium utama berbentuk tapal kuda yang terdiri dari beberapa tingkat, dengan atap tinggi yang sengaja dirancang untuk menghasilkan suara akustik yang maksimal. Ruangan ini juga menampilkan disain sederhana karena bahan yang digunakan. Kontras dengan foyer yang dipenuhi cahaya natural, auditorium utama didekorasi menggunakan kayu oak yang diproses menggunakan ammonia.


Kecanggihan teknologi


Auditorium utama, yang merupakan salah satu ruangan di dunia dengan teknologi tercanggih, menawarkan fleksibilitas scenographic yang tinggi. Panggungnya berukuran ribuan meter persegi, dan disamping panggung utama dan panggung berputar, terdapat dua panggung tambahan, ruangan belakang panggung dan sisi ruang belakang panggung. Sebagian dari panggung tersebut terletak 16 meter di bawah permukaan laut. Auditorium ini memiliki kapasitas duduk sebanyak 1.350.

Arsitek Sydney Opera House Meninggal Dunia

Minggu, 30 November 2008 | 17:15 WIB

KOPENHAGEN,MINGGU-Arsitek asal Denmark yang merancang ikon Australia, Sydney Opera House, Jorn Utzon, meninggal dunia di usia 90 tahun setelah mengalami serangan jantung, Sabtu (29/11).



"Tuan Utzon menempatkan Denmark pada peta dunia dengan bakat hebatnya," kata Menteri Kebudayaan Denmark, Carina Christensen seperti dilansir BBC.

Utzon memenangkan tender untuk merancang Sydney Opera House pada 1957 namun ia meninggalkan proyek tersebut sebelum dibuka pada 1973. Utzon tidak pernah mengunjungi bangunan lengkap Opera House setelah berselisih dengan pemerintah Australia soal biaya pembangunan proyek.

Beberapa dekade kemudian dia tetap menolak undangan mengunjungi Australia. Namun, Utzon dan puteranya setuju merancang sayap baru Opera House yang kemudian dibuka pada 2006. Pada 1998, Utzon kepada Kantor Berita Associated Press mengatakan : "Itu bagian pembelajaran, saya tidak akan bersedih hati tentang sesuatu dalam hidup ini."

Sebagian besar interior Opera House tidak sesuai dengan rencananya setelah para arsitek yang ditunjuk pemerintah Australia mengambil-alih pekerjaan itu.

Sydney Opera House berencana memadamkan lampu-lampu di atap gedung, Minggu (30/11), untuk menghormati wafatnya Utzon. Chairman Sydney Opera House Trust, Kim Williams mengatakan Utzon adalah arsitek dan seorang jenius yang kreatif. Pria yang memberi Australia dan dunia sebuah hadiah luar biasa. "Sydney Opera House adalah simbol dari identitas budaya nasional dan sumber kebanggaan bagi semua rakyat Australia. Itu menjadi simbol terkenal negara kami," kata Williams.

Utzon juga merancang gedung Dewan Nasional Kuwait dan sejumlah bangunan terkenal di Denmark. Ia memenangkan sejumlah penghargaan, termasuk Alvar Aalto Medal dan Legion of Honour Perancis. Pada 2003, dia memperoleh penghargaan prestisius Pritzker Architecture Prize untuk rancangannya, Sydney Opera House.


Sumber: BBC

Sydney Opera House


Gedung yang terkenal dengan atap tiga kulit kerang terbuka menghadap ke laut dan dua atap kulit kerang menghadap ke belakang ini, merupakan karya brilian arsitek Denmark, Joern Utzon. Bukan saja tampilan luarnya yang unik (seperti yang tampak di foto), tapi juga bangunan dalamnya yang spektakuler.

Bangunan yang lebih besar merupakan Concert Hall, sedangkan kembarannya yang lebih kecil merupakan Opera Theater. Dari pintu masuk Concert Hall yang merupakan bagian kulit kerang yang menghadap ke belakang, atap Sydney Opera House ternyata berupa beton dengan lengkung sedemikian rupa hingga ke bawah menyerupai tuts papan piano yang mengagumkan.

Di dalam Concert Hall utama, efek lengkung nan tinggi yang dipadukan dengan interior serba kayu keras sejenis damar Australia itu dapat menghasilkan suara akustik alami. Suara sang pemandu dengan kekuatan sedang saja sudah dapat terdengar ke seluruh ruangan yang memiliki daya tampung sekitar 2.700 kursi.

Untuk mempercantik permainan simfoni, di bagian atas pemain dipasang akrilik bundar yang memantulkan alat musik pemain orkestra. Yang kian memesona, Concert Hall utama itu berlatar belakang orgel raksasa dengan tiga pipa terbesar di dunia di kiri-kanan yang mencapai lebih dari sembilan meter dan ruang bagian dalamnya 80 meter. Di sekeliling panggung, terdapat kursi paduan suara yang dapat mencapai 600 orang. Bila tidak terpakai untuk paduan suara, kursi ini akan diisi penonton dengan karcis yang paling murah. Itu pun masih AU$ 50 (sekitar Rp 350.000).

Di sekeliling Concert Hall terdapat beranda utara dan barat yang langsung menghadap ke laut dengan panorama cantik diiringi kapal yang berlalu lalang untuk sandar di Circular Quay. Concert Hall, Opera Theater, dan satu atap kulit kerang mungil untuk rumah makan selesai dibuat tahun 1973 dengan menelan biaya tidak kurang dari AU$ 100 juta. Maklum, keramik penutup atap kulit kerang itu saja diimpor dengan jumlah 1.056.006 keping.

I Love Travelling!

Hayooo siapa yang suka jalan-jalan??
Aq sukaaa bangeed... Apalagi kalo jalan-jalannya sambil makan!! Hehhee..

O iya,
Waktu aq lagi browsing objek-objek wisata gitu tanpa disengaja aq menemukan website yang sepertinya lumayan bagus buat diliat-liat..
Yaa sekedar cari-cari info tentang jalan-jalan kan lumayan.. hoho..

Coba di klik aja travelfolio

Disini kita bisa nemuin info-info menarik yang patut diketahui oleh para penggila travelling. Seperti misalnya artikel tentang Hari Raya ImLek.

Chinese New Year rice cake - “Nian gao” (年糕) sounds like “年高”, which literally means “increasingly prosperous year in year out”.



How about some chocolates wrapped in Euro dollars? Or playing cards with chocolates?




Red symbolizes good fortune. There is an ancient Chinese legend about a man-eating beast called “Nian” which is a predatory creature. To scare off Nian, people covered their homes with the color red and filled the air with loud noises, ie. fire crackers.